Dasar – Dasar Pengelasan

GMAW WELDING

Judul Buku                        : Dasar – Dasar Pengelasan

Penulis Buku                     : W Kenyon

Diterjemahkan Oleh          : Ir. Dines Ginting

Penerbit Buku                   : Erlangga

Tahun Terbit                      : 1985

Jumlah Halaman                : 272

Buku Dasar – Dasar Pengelasan ini terdiri dari beberapa bab, yang akan dibahas secara singkat. Berikut penjelasannya :

BAB 1 Efek Struktur Kristal terhaap Sifat – Sifat Logam

Semua logam terdiri dari partikel – partikel kecil yang disebut Kristal atau butir – butir. Struktur Kristal suatu logam murni mulai terbentuk sekitar intinya apabila logam mulai “membeku” dari cairan menjadi padat. Atom – atom bebas dari suatu logam disusun menjadi suatu pola yang beraturan atau latis ruang. Karena kalor diekstraksikan dari logam sampai membentuk batas – batas dari butir – butir. Asalkan pendinginan logam panas dilaksanakan paa kecepatan tetap yang seragam, butir – butir haruslah terdiri dari suatu ukuran dan bentuk yang seragam.

BAB 2 Bentuk – Bentuk Struktur dalam Pemakaian Yang Umum

Bab ini meliputi balok – balok an kolom – kolom, siku – siku baja yang dirol, penampang berkerah, kanal baja yang dirol, kasau baja yang dirol, kolom universal, te baja dirol, batang universal, pelat – pelat.

BAB 3 Sifat – Sifat Bahan yang digunakan dalam Pembubutan

Penting bahwa semua bahan berikut ini dibandingkan satu sama lainnya berkenaan dengan sifat – sifatnya, dan walaupun sifat – sifat spesifik untuk masing – masing bahan telah diberikan, semuanya dibaningkan dengan Baja Karbon Renah sebagi basis.

BAB 4 Kesehatan dan Keamanan : Pakaian dan Peralatan Pelindung

Pentingnya majikan dan karyawan agar memperhatikan keselamatan dan keamanan. Majikan tugasnya untuk memastikan bahwa perlengkapan perlindungan yang semestinya ada haruslah aman, dan untuk karyawan haruslah menjaga keselamatan dan keamanan dirinya dan melindungi dirinya sebagaimana mestinya.

BAB 5 Gas : Pemeliharaan dan Penanganan

Silinder – silinder haruslah disimpan di tempat yang dingin dan kering, jauh dari panas yang berlebihan atau korosi. Penanganan yang aman adalah silinder tidak boleh dijatuhkan dari suatu ketinggian atau dipakai sebagai pengerol, penumpu pekerjaan atau dongkrak.

BAB 6 Perlengkapan Las Oksiasetilin

Sistem pengelasan oksiasetilin tekanan tinggi terdiri dari perlengkapan, yaitu persediaan asetilin yang dilarutkan disimpan di dalam silinder – silinder baja yang mengandung zat penyerap dan pelarut untuk gas, persediaan gas oksigen di dalam silinder baja panduan yang diisi tekanan sebesar 172,5 bar, pengatur tekanan masing – masing gas untuk mengurangi tekanan silinder ke nilai yang sesuai untuk pengeluaran, selang kanvas karet engan sambungan – sambungan khusus, pipa hembus engan perlengkapan nosel, kaca mat alas berwarna khusus,geretan cetus api.

BAB 7 Ukuran Temperatur dan Panas

Temperature dari suatu komponen yang dipanaskan haruslah diukur, penting kita ketahui apakah suatu ukuran kira – kira yang dibutuhkan dan apakah temperature yang terhitung tinggi atau redah yang harus diukur.

BAB 8 Api Oksiasetilin

Suatu api oksiasetilin yang netral membakar oksigen dan asetilin dengan perbandingan yang sama dan sifat dasarnya berkurang, dengan demikian mereduksi oksida besi menjadi besi dan mengambil oksigen, karenanya tiak perlu menggunakan sebuah fluks bila sedang mengelas baja.

BAB 9 Penguji Bengkokan

Maksud dari pengujian bengkokan adalah untuk menaksir kekuatan logam las dan keuletan sambungan las terutama bila logam induk dan logam pengisi telah melebur bersama – sama.

BAB 10 Penyelidikan : Etsa – Makro dan Etsa Mikro

Metode yang disarankan untuk baja karbon rendah yaitu pertama persiapan permukaan untuk pengetsaan dengan cara permukaan haruslah dikikir dengan kikir kasar sampai seluruh goresan yang dalam hilang, dan kemudian digosok dengan kertas amplas yang arah penggosokannya tegaklurus terhadap arah goresan yang dibuat oleh kertas sebelumnya untuk masing – masing keadaan. Kedua yaitu pengetsaan untuk pemeriksaan makro dengan menggunakan kertas ampelas 0 cukup halus untuk memperoleh etsa yang memuaskan bagi pemeriksaan makro. Ketiga yaitu pengetsaan untuk pemeriksaan mikro pengetsaan ini dilakukan dengan membersihkan permukaan dengan kapas mentah atau mencelupkan specimen dalam larutan etsa sampai diperoleh suatu ketentuan struktur yang baik. Kemuian specimen harus dicuci di dalam air panas dan dilanjutkan pembilasan dengan aseton atau alkohol dan dikeringkan pada suatu arus udara.

BAB 11 Pemeriksaan Las (Pemeriksaan Visual)

Pemeriksaan las atau pemeriksaan visual yang perlu diperiksa yaitu dimensi endapan las, bentuk profil untuk las sudut, keseragaman permukaan, derajat potongan bawah, kehalusan sambungan, bebas dari ketidaksempurnaan permukaan.

BAB 12 Kerusakan Las

Suatu kerusakan las yaitu suatu ketidaksempurnaan pengelasan yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan permukaan visual, memotong sambungan dan menyiapkan pemeriksaan makro, dan pengujian mekanik.

 

Dikarenakan banyaknya bab sampai dengan 56 bab, kekurangan waktu dan mendapat ketentuan dalam penulisannya dari penulis meminta maaf sebesar – besarnya, dikarenakan tidak dapat melanjutkan tulisan dari Dasar – Dasar Pengelasan ini. Buku yang penulis baca ini sangat bermafaat untuk bahan pelajaran tingkat keahlian tahun pertama mengenai pengelasan dan pembuatan.

Kelebihan

Buku ini tepat dipelajari oleh anak program diploma yang mengandalkan skill atau kemampuannya dalam pengelasan. Buku ini juga memuat dasar – dasar dari pengelasan yang muah dipahami.

Kelemahan

Buku ini memiliki banyak bab dan sebagian babnya ini langsung pada intinya saja.